April 26, 2017

Produk Toko Online Anda Tidak Laku ? Hindari 6 Penyebabnya

Pengguna media jaringan internet semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Peningkatan ini membuat peluang bisnis online semakin banyak dilirik pebisnis sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Berbagai macam kelebihan yang dapat diraih dengan memiliki toko online (e-commerce) dibandingkan toko konvensional. Kelebihan yang diperoleh antara lain : tidak memerlukan modal yang besar, Tidak diperlukan lokasi untuk membangun sebuah toko, Produk yang akan dipasarkan tidaklah perlu dimiliki dahulu (dropship), Dapat beroperasi 24 jam, Jangkauan pasar yang amat luas dan lain-lain.

Namun pada kenyataannya tidak semua pebisnis berhasil menjual barangnya di toko online alias tidak laku dipasaran. Secara umum penyebab gagalnya segmen e-commerce ini disebabkan oleh beberapa hal mendasar yang sepatutnya dapat dihindari.

Hindari Penyebab Produk Toko Online Tidak Laku

Penyebab  Produk Toko Online Tidak Laku

Nah, bagi Anda yang sedang mencoba peruntungan di segmen ini, Ada beberapa hal yang patut Anda hindari dalam menangani bisnis di toko online, Silahkan disimak ya :

1. Rancangan Toko Tidak Profesional

Bila toko di dunia nyata terlihat berantakan tentu akan menyulitkan si penjaga toko, selain itu pembeli juga akan menilai barang yang dijual sangat tidak terjamin keutuhannya bukan ?

Sama halnya dengan toko online. Sebuah toko online yang dirancang tidak rapih, bahkan membuat bingung calon pembeli akan menambah tingkat kepercayaan yang minim untuk ber-transaksi.

Iklan-iklan yang berseliweran, widget-widget yang tidak penting (tidak ada hubungannya dengan produk) sebaiknya tidak ditampilkan di toko online. Pasalnya hal tersebut akan mencerminkan tingkat profesionalis website, Selain itu banyaknya iklan atau widget cenderung membuat situs web menjadi lebih lambat untuk diakses calon konsumen.


2. Harga Tidak Sesuai Pasaran

Keuntungan yang besar adalah hak Anda, Namun bukan berarti dalam memasarkan sebuah produk harus dengan harga yang tinggi. Apalagi produk yang dipasarkan adalah produk yang umum dan mudah ditemukan di toko online sebelah.

Sebagai contoh, Anda menjual pakaian yang sedang booming di pasaran dengan harga Rp. 200.000, Sedangkan pakaian sejenis di toko lain hanya dijual dengan harga Rp. 100.000. Bisa jadi karena di toko lain sudah tidak ada stock dan pembeli terpaksa harus membelinya dari toko Anda. Tapi kedepannya jangan harap akan kembali untuk melakukan transaksi di toko online milik Anda.

Bila demikian terjadi maka jangan heran bila produk toko online Anda tidak laku dan tunggulah waktu kehancuran yang akan terjadi terhadap toko online Anda.

artikel lainnya : 5 Jenis Bisnis Online yang Paling Laris di Pasaran

3. Pelayanan yang Buruk

Baik di toko nyata atau toko online, setiap calon pembeli ingin diberikan pelayanan yang terbaik, Apalagi disaat yang sama banyak oknum toko online yang melakukan berbagai penipuan yang mencederai tingkat kepercayaan para pembeli. Upayakanlah tidak melakukan kebohongan terhadap nilai atau bentuk produk.

Kuasai dan pahami dengan matang seluk-beluk produk yang dijual. Dengan demikian pembeli yang memberikan pertanyaan akan mendapatkan kepuasan pelayanan.

Jangan lupa upayakan website memiliki fasilitas tanya jawab atau nomor telepon yang dapat dengan mudah dihubungi sewaktu-waktu. Anda bisa mencantumkan no Hp, WhatsApp, Pin BB dan lainnya.

Lihat juga : 5 Aplikasi Penting Pendukung Bisnis Online Anda

4. Kurang Variasi Produk

Semakin banyak variasi produk tentu akan semakin tersedia pilihan, Selain itu akan menambah kepercayaan pelanggan untuk melakukan transaksi. Variasi produk bisa berbentuk aneka ukuran, warna, bahkan ragam jenis yang lain.

Bisa dibayangkan produk toko online yang menjual pakaian hanya itu-itu saja, Bukan tidak mungkin calon pembeli akan bertanya-tanya keseriusan Anda dalam menawarkan produk di toko online.

5. Informasi Produk yang Berlebihan

Berikan informasi produk yang sesuai dengan kriteria. Jangan memberikan deskripsi yang berlebihan apalagi membohongi calon pembeli. Kemudahan akan informasi suatu produk bukanlah menjadi suatu hal yang baru, Karena itu, Janganlah menganggap bahwa calon pembeli itu bodoh dan mudah ditipu.

Berikan deskripsi yang sesuai dengan ukuran produk, warna, bahan, metode dan lain-lain tanpa sedikitpun berkeinginan untuk menipu atau membohongi calon pembeli. Upayakan deskripsi yang diberikan mencatumkan manfaat dari produk yang ditawarkan.

Jangan Terlewatkan : 6 Faktor Penting Dalam Membuat Website Bisnis Online

6. Menjual Barang yang Tidak Dibutuhkan Orang

Lakukan pengecekan pasar, Anda bisa memulainya dari toko lainnya, Misalnya saja Tokopedia, Bukalapak dan lain-lain, Anda bisa masuk ke salah satu produk dan lihat komentar atau di label "terjual" apakah besar atau tidak. Semakin besar pemintaan di toko tersebut maka besar pula peluang Anda untuk ikut menjual produk seperti itu.

Atau Anda bisa "mengintip" toko online papan atas terhadap produk-produk yang terdapat di dalamnya.

Produk apapun yang dijual tetaplah diperlukan doa, ketelatenan, fokus namun haruslah tetap menghindari hal - hal yang menjadi penyebab produk toko online Anda menjadi tidak laku.

Semoga bermanfaat.

April 19, 2017

Merek Global Boikot Iklan di YouTube, Akankah Youtuber Bangkrut ?

Mungkin akhir-akhir ini Anda menyaksikan banyak video di YouTube tanpa ada tayangan iklan apapun. Hal ini disebabkan para pemilik merek global (merek terkenal) yang juga sebagai pengiklan besar melakukan boikot menarik iklannya dari YouTube.

Perusahaan besar yang menarik iklannya antara lain : Havas Group (O2, Royal Mail, BBC, Dominos, Hyundai Kia), L'Oreal, RBS, Audi, Mark & Spencer dan lain-lain.

Merek Global Boikot Iklan di YouTube, akankah youtuber bangkrut ?

Penyebab Boikot Iklan YouTube

Penarikan itu dilakukan menyusul temuan surat kabar Times yang menyebutkan bahwa sejumlah iklan dari merek terkenal muncul di konten-konten pendukung kelompok ekstrimis.

Sedangkan menurut Youtuber terkenal, PewDiePie hal tersebut disebabkan oleh pihak surat kabar The Wall Street Journal (musuh dari youtube) telah melakukan provokasi ke perusahaan besar untuk menarik iklannya dari YouTube dengan cara memberikan bukti screenshoot video-video YouTube dengan konten terkait kelompok ekstrimis. Konten tersebut disisipi iklan-iklan seperti Coca Cola, Hyunday dan lain-lain.

Dengan munculnya iklan di konten kelompok ekstrimis, Banyak pihak yang menganggap bahwa merek-merek tersebut telah mendonasikan uang kepada kolompok penyebar ujaran kebencian, ideologi nazisme dan lain-lain.

Pihak google sendiri telah meminta maaf atas kejadian tersebut, dan akan meninjau ulang iklan-iklan mereka yang ada di konten-konten untuk memastikan baik atau buruknya isi konten sehingga memutuskan pantas atau tidaknya meletakkan iklan di konten tersebut.

Kebijakan Baru di YouTube

Hal ini pula yang menyebabkan pihak youtube membuat kebijakan baru yaitu mengharuskan tiap channel mencapai 10.000 views untuk bisa mengajukan pemasangan iklan YouTube. Tentu syarat seperti ini bagi sebagian besar youtuber cukup sulit untuk dapat tercapai targetnya. Dan akhirnya para content creator sulit untuk dapat mendulang penghasilan.

Seperti yang kita tahu untuk menghasilkan suatu karya video di YouTube, para youtuber juga harus memiliki 'modal' untuk dapat menunjang karyanya itu. Misalnya : para Youtuber perlu memiliki kamera, quota internet high speed, laptop, software editing dll.

Youtuber Terancam Bangkrut

Kini jumlah pengiklan menurun hingga drastis, secara otomatis memberikan pengaruh terhadap jumlah pendapatan yang dibagikan oleh YouTube kepada para Youtuber.

Sebagai contoh, salah satu Youtuber yang amat populer di dunia PewDiePie menyatakan bahwa penghasilan Adsense yang ia terima selama beberapa minggu terakhir mengalami penurunan yang sangat tajam. Ia hanya mendapat 100 US$ pada salah satu videonya yang telah ditonton tak kurang dari 3 juta kali.

Sedangkan Youtuber lokal Tara Arts menyatakan bahwa pada kondisi normal mereka bisa mendapatkan sekitar 100 US$ untuk 100.000 penayangan video. Namun, selama beberapa minggu terakhir mereka hanya mendapatkan tak lebih dari 2 US$ untuk 100.000 views.

Dari penuturan di atas membuktikan bahwa efek dari perginya sejumlah pengiklan besar dari YouTube mempengaruhi semua content creator di berbagai negara. Jika kondisi ini berlangsung terus menerus, bukan tidak mungkin pihak YouTube akan mengalami kebangkrutan bersama dengan para Youtuber secara massal.

Meski semua telah terjadi, Saya yakin bahwa pihak Google sebagai perusahaan periklanan raksasa akan mampu mengatasi semua itu. Dan bagi rekan-rekan tetaplah bersemangat dalam kreasi menghasilkan konten-konten video berkualitas

Mungkin diantara kita ada yang berkata bahwa "uang bukanlah segalanya, yang penting adalah karya". Bila kita meninjau kembali terhadap biaya yang dikeluarkan begitu banyak dan waktu berjam-jam yang diperlukan untuk membuat suatu konten, Maka secara logika tidaklah mungkin para youtuber melakukan semua itu tanpa mengharapkan hasilnya bukan ?

Penghargaan Untuk Content Creator

Kalau boleh memberikan saran, Bila Anda sedang menonton salah satu konten video dan ada tayangan iklan, Upayakanlah tidak melakukan skip (tidak harus loh). tontonlah minimal hingga 30 detik tayangan iklannya (Bila kurang dari 30 detik maka para pengiklan tidak dikenakan biaya tayangan).

Hal ini sebagai salah satu bentuk penghargaan (timbal balik) bagi para content creator yang telah berupaya menghibur atau berbagi informasi. Penghargaan ini paling tidak akan menambah semangat para Youtuber untuk lebih berkreasi dalam meningkatkan kualitas kontennya itu.

Kalau dihitung-hitung, panjang tayangan iklan juga tidak terlalu lama dan anggap saja bagian menarik dari video tersebut. Kalau saya pribadi menyukai tayangan iklan yang bermusik karena suara musik stereo-nya enak dikuping yang ber-headphone.

April 8, 2017

Aturan Baru YouTube, Boleh Pasang Iklan Setelah 10.000 View

Salah satu platform berbagi video yang memungkinkan Anda memperoleh pendapatan adalah YouTube. Tapi keseruan itu akan sedikit terusik, Pasalnya baru-baru ini pihaknya mengeluarkan aturan baru yang mengijinkan chanel yang tergabung ke dalam YouTube Partner Program harus mencapai 10.000 view ke atas saja yang boleh memasang iklan (monetize).

Aturan Baru YouTube, Boleh Pasang Iklan Setelah 10.000 View

Aturan baru YouTube ini dikeluarkan sebagai wujud perlindungan terhadap kreator, Dimana saat ini telah ditemukan banyak konten asli yang di-upload ulang oleh orang lain dan mencoba mendapatkan penghasilan dari sana.

Selama ini pihak YouTube telah membantu mengupayakan perlindungan terhadap kreator yaitu dengan mempermudah pelaporan karya yang dianggap melakukan peniruan. Dan hasilnya ada ratusan ribu saluran yang melanggar kebijakan yang sudah diakhiri kontennya.

Kini, Tim YouTube mengambil langkah lain untuk melindungi pencipta (kreator) dengan memperbaharui ambang batas yang diperlukan untuk bergabung dengan YouTube Partner Program (YPP). Video yang sudah diupload tidak akan ada penayangan iklan hingga saluran mencapai minimal 10.000 view.

Jika sudah mencapai ambang batas, Selanjutnya pihak YPP akan mengecek kesesuainnya dengan pedoman kebijakan perusahaan. Hingga seluruh aturan baru YouTube sudah terpenuhi baru akan disetujui permintaan pembuat video untuk menayangkan iklan.

Untuk saat ini, pendapatan yang diperoleh channel yang kurang dari 10.000 view tidak akan terdampak oleh kebijakan baru ini. Namun dalam beberapa pekan ke depan, setiap pengajuan baru harus melalui prosedur yang baru.

Bagi Anda yang belum tahu cara bergabung dengan Program Partner YouTube, Berikut ini caranya :

1. Masuk ke akun YouTube
2. Di bagian kanan atas, pilih ikon akun > Creator Studio
3. Di menu sebelah kiri, pilih Saluran > Status dan fitur
4. Di bagian "Monetisasi", klik Aktifkan
5. Ikuti langkah di layar untuk menerima Persyaratan Program Partner YouTube

Sedang untuk Anda yang baru saja mulai membangun saluran, disarankan mengunjungi YouTube Creator Academy untuk mendapatkan tips tentang cara membuat konten asli dan tumbuh audiens Anda untuk membantu Anda mendapatkan 10.000 penayangan dan seterusnya.


April 1, 2017

Tidak Pernah Naik Jabatan ? Mungkin Ini Salah Satu Penyebabnya

Bagi seorang karyawan, jabatan di tempatnya bekerja merupakan wujud rasa tanggung jawab dalam tugas perusahaan yang harus dilaksanakan dengan sebaik baiknya. Semakin tinggi jabatannya maka semakin besar pula tanggungjawabnya.

Meski demikian, tidak sedikit karyawan yang selalu berharap bisa cepat naik jabatan agar memperoleh pengalaman baru, tantangan baru ataupun gaji baru yang lebih besar lagi.

Di pihak perusahaan naiknya jabatan seseorang bukan karena berapa lama si pegawai bekerja, Ada kecakapan ataupun kriteria yang harus dicapai agar dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan baru.


Namun .... Ada pula pegawai yang telah lama bekerja tapi tidak juga naik jabatan,  Parahnya lagi .. ada rekan sekerja yang telah lebih dahulu mencicipi posisi barunya. Kondisi seperti ini mungkin akan membuat pekerja tersebut merasa kesal ataupun iri.

Tapi... sebaiknya tidak sampai demikian, Jadikan hal tersebut sebagai bahan motivasi agar tetap semangat bekerja.

Selain itu ...

Cobalah analisa kembali .. Kenapa Anda tidak dilirik atasan untuk dipromosikan naik jabatan ?

Nah, sebelum Anda terlanjur kecewa berat dan marah-marah karena pusing memikirkan jawabannya, ada baiknya melihat beberapa alasan di bawah ini yang mungkin merupakan salah satu penyebab kesempatan naik jabatan menjadi terhalang. Silahkan disimak :

  • Tidak Berani Menyampaikan Ide

Menyampaikan ide baru bukanlah dikategorikan sebagai "penjilat", Oleh karena itu ketika dirimu memiliki ide-ide baru upayakan menyampaikannya ke atasan. Meskipun belum tentu diterima ide dari Anda, Paling tidak hal ini akan memberikan sinyal baik bahwa Anda telah ikut menyumbangkan pikiran untuk membantu memecahkan persoalan di perusahaan.

Tetapi ide yang akan disampaikan haruslah yang kreatif dan masuk akal, Jangan sampai ketika mengutarakan ide justru malah membuat Anda dinilai secara negatif oleh atasan.

  • Tidak Mau Mengerjakan Tugas Lain

Tugas dan tanggung jawab setiap pekerja sudah memiliki porsinya masing-masing. Namun ketika tugas Anda sudah beres bukan berarti Anda tidak boleh membantu rekan kerja yang lain.

Bila membantu pekerjaan rekan lainnya paling tidak pengalaman lain sudah didapati. Apalagi membantu menyelesaikan pekerjaan atasan dan terbukti dapat diselesaikan dengan baik maka bukan tidak mungkin promosi jabatan akan segera dilakukan.

  • Mudah Marah

Tuntutan menyelesaikan tugas dengan segera untuk mengejar waktu deadline sering kali memicu seseorang menjadi rentan stress. Meskipun stress, bukanlah alasan yang tepat untuk Anda bisa melampiaskannya dengan marah-marah tidak karuan.

Hal ini bisa dilihat oleh atasan bahwa Anda tidak mampu mengerjakan sesuatu yang berat dalam tekanan. Atasan akan mengagap bahwa pekerjaan yang lebih tidak mungkin akan diberikan. Dan hampir bisa dipastikan bahwa Anda akan tidak disukai oleh rekan-rekan kerja apalagi mendukung promosi jabatan.

  • Sering Mengeluh

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa semakin tinggi jabatan semakin besar tanggungjawabnya. Karena itulah jangan sering mengeluhkan pekerjaan yang sudah menjadi tanggungjawab Anda.

Keseringan mengeluh merupakan karakter yang amat menyebalkan, Hal ini tentu tidak akan disukai oleh rekan kerja ataupun atasan. Atasan akan menilai tidak mungkin memberikan tanggungjawab yang lebih besar lagi karena sering terdengarnya keluhan pada pekerjaan yang sudah ada.

  • Tertutup

Usahakanlah memperluas pergaulan sesama rekan sekantor, Berbagi rasa dan siap menerima kritik ataupun saran. Bila sikap tertutup selalu melekat dalam diri Anda, Besar kemungkinan akan menjadikan Anda jauh dari rekan kerja dan dicap sebagai orang "kaku" sehingga nama Anda akan selalu tenggelam dari bursa naik jabatan.

Masih banyak alasan yang bisa menjadi penyebab tertundanya kenaikan jabatan seseorang di perusahaan, Yang paling penting adalah selalu koreksi diri agar kedepannya lebih baik sebagai seorang pekerja. Semoga bermanfaat.... salam sukses selalu