August 17, 2016

Allo dan Duo, Aplikasi Chat dan Video Call yang Pintar dari Google

Tanggal 18 Mei 2016 lalu Google telah melakukan presentasi di Google I/O keynote tentang aplikasi Allo dan Duo. Aplikasi serupa pesan yang cerdas dan video call ini rencananya akan diluncurkan pada musim panas tahun ini. Nah, apa dan bagaimana cara kerja Allo dan Duo ? Silahkan disimak ulasan berikut :

allo dan duo, aplikasi chat dan video call dari google

Google Allo


1. Allo Aplikasi Percakapan yang Cerdas (Smart Reply)

Allo adalah aplikasi yang cerdas untuk membantu percakapan menjadi lebih mudah, lebih produktif dan lebih ekspresif. Layaknya WhatsApp, agar dapat terhubung dengan pengguna, No. Hp harus ada dalam kontak pengguna. Saat melakukan percakapan, Allo akan menampilkan kata balasan (saran kata) untuk membantu Anda menanggapi percakapan lebih cepat. Ia akan dapat mengetahui dengan cepat jawaban yang kira-kira akan dilontarkan (Smart Reply=balasan cerdas). Jadi Anda cukup menyentuh layar Hp untuk memilih 1 kata yang tersedia sebagai balasan.

aplikasi percakapan yang cerdas (smart reply)

2. Fitur Asisten Google Allo

Saat melakukan percakapan, Anda akan mudah terhubung untuk menggunakan informasi lainnya yang telah terintegrasi di Google, Asisten di Allo akan memungkinkan Anda memberikan informasi yang berasal dari pencarian (Search), Alamat (Maps) bahkan YouTube.

Misalnya : ketika sedang melakukan percakapan tentang rencana makan di suatu tempat, Seketika itu juga aplikasi akan menampilkan tempat makan terdekat di layar Hp Anda. Sehingga akan memudahkan untuk melakukan pemesanan tempat makan.

fitur asisten google allo

3. Fitur Tinta, Stiker dan Whisper Shout

Fitur kreatif ini digunakan untuk mencoret-coret foto dan menampilkan stiker sebagai gambar ekspresi. Dengan fitur ini Anda akan cepat menanggapi sesuatu dengan menuliskan teks di foto atau menampilkan perasaan Anda saat itu melalui stiker.

Nah, Terkadang kita sulit mengungkapkan kata untuk berteriak atau berbisik ketika sedang ber-chatting. Namun dengan Whisper Shout Anda dapat melakukannya dengan sangat mudah, yaitu memperbesar teks  atau memperkecil teks. Memperbesar teks berarti berteriak atau marah, sedangkan memperkecil teks berarti berbisik... gampang kan ?

fitur tinta dan stiker allo



4. Privasi dan Keamanan Allo

Fitur ini mengikuti jejak dari browser Chrome yang mampu mengakses situs dalam modus penyamaran (Incognito Mode). Chatting dalam mode penyamaran akan memiliki enkripsi end-to-end untuk melakukan percakapan yang dianggap lebih rahasia.

baca juga : Anavigo : Aplikasi Pemandu Perjalanan Pengemudi


Google Duo


1. Aplikasi Duo Mudah digunakan

Selain mengeluarkan Allo, Google juga menawarkan Duo yaitu aplikasi khusus untuk video call yang berkualitas HD. Sama halnya dengan Allo, Hanya pengguna yang berada dalam kontak-lah yang bisa melakukan video call. Panggilan Anda akan mudah dilakukan hanya dengan satu sentuhan jari (Tap).

tampilan sederhana duo dan mudah digunakan


2. Knock Knock Fitur Preview Video Duo

Salah satu fitur unggulan dari Duo adalah Knock Knock, Fitur ini akan menampilkan video preview dari si pemanggil sebelum Anda menerimanya. Setelah menggeser tombol jawab maka aplikasi ini akan melakukan proses transisi yang mulus sehingga Anda tidak akan merasakan gangguan saat menerima panggilan.

fitur knock knock duo


3. Video Berkualitas HD

Selain itu hasil tampilan video akan berada di modus HD (hingga 720p). Meskipun berada pada bandwith yang sangat terbatas Duo tetap akan bekerja dengan baik sehingga Anda masih dapat terhubung. Bahkan ketika berada diantara transisi jaringan seluler dan Wi-Fi, Duo tetap mampu melakukan perubahan transisi panggilan sehingga Anda tidak akan merasakannya.

Artikel Lainnya : Smartcities.id, Aplikasi Layanan untuk Kota-kota di Indonesia

video duo berkualitas tinggi (HD)


4. Antar Platform

Google Duo memungkinkan untuk melakukan panggilan video call antara pengguna yang menggunakan perangkat Android dengan pengguna yang menggunakan perangkat iOS sehingga semakin banyak orang yang dapat terhubungi melalui aplikasi lintas platform ini.

Seperti halnya aplikasi Google Allo, Google Duo juga dirancang untuk melakukan panggilan yang mementingkan privasi dan keamanan, Seluruh panggilan dari Duo akan terenkripsi dalam modus end-to-end. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan keamanan penggunaan video call Duo.

Sayangnya aplikasi Allo dan Duo ini baru akan tersedia di Android dan iOS pada musim panas nanti, Namun Anda bisa mendaftarnya terlebih dahulu di Google Play Store, agar ketika aplikasi ini sudah tersedia maka Anda akan diberitahu ketersediaannya.


August 11, 2016

Sanksi dan Denda Bagi Wajib Pajak yang Tidak Punya NPWP

Anda yang telah memiliki penghasilan di atas Rp. 36 juta per tahun sebaiknya mengetahui dan memahami apa sanksi dan denda bagi wajib pajak yang tidak punya NPWP yang akan dijelaskan di artikel ini. Jangan sampai ketidaktahuan Anda mengenai hal tersebut membuat Anda kemudian tiba-tiba mendapatkan resiko yang harus ditanggung.

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) itu sendiri mempunyai fungsi utama sebagai tanda pengenal wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya membayar pajak untuk negara. Karena itulah NPWP wajib dimiliki oleh orang pribadi non usahawan, orang pribadi usahawan dan badan usaha.

Khusus untuk orang pribadi non usahawan yang memiliki penghasilan senilai Rp. 36 juta per tahun dikategorikan sebagai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yaitu belum wajib memiliki NPWP. Hal ini sesuai dengan peraturan PTKP yang diinformasikan oleh pihak Direktorat Jendral Pajak Kementrian Keuangan yang diberlakukan mulai 1 Januari 2015.

Namun bagi yang telah memiliki penghasilan diatas PTKP akan ada resiko berupa sanksi dan denda yang harus dijalankan bila wajib pajak tidak mempunyai NPWP. Lantas apa saja sanksi dan denda bagi wajib pajak yang tidak punya NPWP ? berikut ini penjelasannya :


sanksi dan denda bagi wajib pajak yang tidak punya npwp

Sanksi Bagi Wajib Pajak Jika Tidak Punya NPWP


Setiap warga negara yang sudah termasuk dalam ketentuan perpajakan dan dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP sehingga merugikan pendapatan negara dapat dikenakan sanksi. Ketentuan yang dimaksud adalah terpenuhinya syarat Subyektif dan syarat Obyektif.

Syarat Subyektif adalah jika wajib pajak adalah Warga Negara Indonesia (WNI) atau bagi Warga Negara Asing yang telah berada di Indonesia selama 183 hari dalam 12 bulan.

Syarat Obyektif adalah syarat yang berkenaan dengan penghasilan, baik itu penghasilan wajib pajak sendiri maupun penghasilan orang lain yang berhubungan dengan pekerjaan wajib pajak. Hal yang berkenaan dengan penghasilan tidak hanya berupa jumlah nominal penghasilan, tetapi juga jenis dan sifat usaha atau kegiatan wajib pajak yang menyebabkan timbulnya penghasilan.

baca juga : Cara Daftar e-Filing untuk Lapor Pajak Online

Tentunya bagi wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban perpajakan akan diberikan himbauan dan peringatan terlebih dahulu.

Namun apabila himbauan dan peringatan tidak digubris maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diberi kewenangan untuk memaksa. Tindakan yang melawan kewenangan DJP dapat dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam UU Ketentuan Umum Perpajakan Pasal 39 Ayat 1 berupa pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun.

Sanksi Tidak Punya NPWP : pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun

Hingga saat ini sebagaian besar masyarakat Indonesia beranggapan bahwa jika tidak memiliki NPWP maka tidak akan dikenakan hak dan kewajiban perpajakan. Seolah-olah tanpa memiliki NPWP maka tidak ada permasalahan dengan pajak dan tidak akan terkena pidana.

Pemahaman di atas membuat masyarakat beramai-ramai menghindari memiliki NPWP. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya setiap warga negara yang berada di Indonesia telah dikenai kewajiban perpajakan sejak hari pertama berada di Indonesia seperti yang disebut di atas berupa syarat subyektif dan syarat obyektif.

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka pihak DJP selain dapat memberikan himbauan wajib pajak kepada seseorang yang telah terpenuhi syaratnya, juga dapat memaksakan pemberian NPWP kepada wajib pajak.

Nah, jika Anda telah merasa memenuhi syarat-syarat tersebut sebaiknya lakukan pendaftaran dengan segera agar tidak kena sanksi dan denda karena tidak punya NPWP.


August 8, 2016

Syarat, Biaya dan Cara Membuat SKCK Secara Online dan Offline

SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian adalah surat keterangan resmi yang diterbitkan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) berisikan hasil penelitian biodata dan catatan kepolisian tentang seseorang warga masyarakat. Biasanya SKCK diperlukan sebagai syarat kelengkapan administrasi baik itu untuk kepentingan menjadi Pejabat Negara, calon Pegawai Negeri Sipil, melamar pekerjaan di perusahaan swasta, dan lain sebagainya.

SKCK dahulu dikenal sebagai SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik) hanya berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkan. Dan bila perlu, Warga dapat memperpanjang SKCK tersebut sebelum masa berlakunya habis.

Syarat, Biaya dan Cara Membuat SKCK Secara Online dan Offline
sumber : www.polri.go.id
Lalu apakah orang yang pernah melakukan tindak pidana dan mendapatkan hukuman tidak akan bisa mendapatkan SKCK ? Jawabannya : Bisa.

Perlu diketahui bahwa pernah atau tidaknya mendapatkan hukuman bukanlah suatu persyaratan untuk mendapatkan SKCK. Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa SKCK adalah surat keterangan yang memuat hasil penelitian biodata dan catatan kepolisian tentang seseorang.

Saat mengajukan permohonan SKCK, Pihak kepolisian akan melakukan penelitian biodata dan mencari catatan kepolisian tentang si pemohon. Jika terdapat catatan tentang tindak pidana melanggar hukum maka hal tersebut akan menjadi catatan yang dicantumkan ke dalam SKCK.

Tata Cara dan Syarat Membuat SKCK Offline (Manual)


Tata cara membuat SKCK sebenarnya tidaklah sulit, Anda hanya perlu memahami prosedur yang diperlukan untuk mendapatkan surat tersebut. Meski demikian masih banyak yang merasakan kesulitan untuk memulainya. Karena itu akan saya bahas tata cara mendapatkan SKCK baru hingga proses memperpanjang masa berlaku SKCK tersebut dengan harapan dapat membantu Anda yang memerlukannya.

baca juga : Cara Perpanjang STNK Motor 5 Tahunan (Ganti Plat Nomor)

Persiapkan Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan

Sebelum melangkahkan kaki menuju Kantor Kepolisian setempat, langkah pertama yang harus dilakukan ialah mendapatkan surat pengantar RT sesuai dengan domisili saat itu. Katakan kepada pengurus RT bahwa Anda berniat minta surat pengantar untuk mengurus surat SKCK. Setelah pengurus RT membubuhi tanda tangan dan stempel, Lanjutkan dengan mendapatkan tanda-tangan + stempel dari Ketua RW.

Selanjutnya bawa surat pengantar RT / RW yang telah selesai ditanda tanga tersebut menuju Kantor Kelurahan untuk mengajukan surat pengantar permohonan mendapatkan SKCK. Nah, surat dari kelurahan inilah yang merupakan salah satu dokumen yang harus dilampirkan bersama dengan syarat laiinya.

baca juga : Syarat dan Cara Perpanjang STNK Tahunan

Syarat Lengkap untuk Mengurus SKCK

Berikut ini syarat selengkapnya yang harus dibawa ke Kantor Kepolisian setempat untuk membuat SKCK baru :

I. Untuk WNI

1. Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan
2. Pas Foto 4 x 6 terbaru berwarna  sebanyak 6 lembar (latar belakang merah, berpakaian sopan, tampak muka dan bagi yang menggunakan jilbab harus terlihat muka secara utuh)
3. Fotocopy KTP/SIM sesuai dengan nama dan berdomisili sama dengan surat pengantar dari Kantor Kelurahan
4. Fotocopy Passport (bagi yang akan ke luar negeri)
5. Fotocopy KK (Kartu Keluarga)
6. Fotocopy Akte Kelahiran, Surat Keterangan Lahir dari Rumah Sakit / Bidan
7. Fotocopy Ijazah terakhir


II. Untuk WNA

1. Fotocopy Passport
2. Fotocopy KITAS / KITAP
3. Fotocopy Surat Tanda Melapor (STM) dari kepolisian setempat
4. Fotocopy ijin mempekerjakan tenaga asing (MTA) dari KEMENAKERTRANS RI
5. Fotocopy surat menikah (apabila sponsor dari suami / istri WNI)
6. Surat permohonan dari sponsor, perusahaan atau lembaga yang mempekerjakan, menggunakan atau yang menanggung WNA.
7. Pas Foto 4 x 6 terbaru berwarna  sebanyak 6 lembar (latar belakang kuning, berpakaian sopan, tampak muka dan bagi yang menggunakan jilbab harus terlihat muka secara utuh).

Bila syarat-syarat di atas telah dipenuhi, Anda dapat langsung menuju Kantor Kepolisian. Namun perlu dipahami penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) harus berdasarkan tujuan pembuatan (kepentingan) agar tidak mengalami kesalahan pengurusan. Jadi ada baiknya perhatikan tempat penerbitan sesuai dengan kepentingan. Berikut ini pembagiannya :

Tempat Penerbitan SKCK Sesuai Tujuan Pembuatan


A. MABES POLRI

Penerbitan SKCK pada tingkat Mabes Polri antara lain untuk :

1. Kepentingan menjadi pejabat negara (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif dan Lembaga Pemerintah) tingkat pusat
2. Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan ke luar negeri untuk kepentingan sekolah atau kunjungan dan atau penerbitan visa.
3. Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang memerlukan untuk melaksanakan kegiatan atau keperluan tertentu dalam lingkup Nasional atau Internasional, antara lain : a. Izin tinggal tetap di luar negeri (Permanent Resident)
  b. Naturalisasi Kewarganegaraan
  c. Adopsi Anak bagi pemohon WNA

B. POLDA

Penerbitan SKCK pada tingkat Polda antara lain untuk :

1. Menjadi calon pegawai atau calon anggota pada lembaga / badan / instansi pemerintah dan perusahaan yang ditetapkan oleh pemerintah.
2. Memperoleh Pasport atau Visa
3. WNI yang akan bekerja di luar negeri
4. Melaksanakan suatu kegiatan atau keperluan dalam lingkup wilayah Polda, antara lain :

     a. Menjadi Notaris
     b. Pencalonan Pejabat Publik
     c. Melanjutkan Sekolah

C. POLRES

Penerbitan SKCK pada tingkat Polres antara lain untuk :

1. Menjadi calon pegawai pada lembaga / badan / instansi pemerintahan dan perusahaan yang ditetapkan oleh pemerintah.
2. Masuk pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk menjadi PNS, TNI dan Polri.
3. Melaksanakan suatu kegiatan atau keperluan dalam lingkup wilayah Polres antara lain :
 
    a. Pencalonan Pejabat Publik
    b. Melengkapi persyaratan izin kepemilikan Senjata Api Non Organik TNI dan Polri
    c. Melanjutkan Sekolah

D. POLSEK

Penerbitan SKCK pada tingkat Polsek antara lain untuk :

1. Menjadi calon pegawai pada perusahaan / lembaga / badan / swasta
2. Melaksanakan suatu kegiatan atau keperluan tertentu dalam lingkup wilayah Polsek, antara lain :
 
    a. Pencalonan Kepala Desa
    b. Pencalonan Sekretaris Desa
    c. Pindah alamat
    d. Melanjutkan Sekolah

Sebagai contoh : Membuat SKCK untuk melamar pekerjaan di perusahaan swasta cukup melengkapi berkas-berkas dan langsung menuju POLSEK setempat. Sedangkan untuk keperluan melamar pekerjaan menjadi PNS Anda harus menuju POLRES setempat.

Cara Membuat SKCK Secara Online

Menu Pendaftaran SKCK Online


Untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik, Pihak Polri juga menyediakan fasilitas untuk membuat SKCK secara online, yaitu dengan mengunjungi websitenya di :

http://skckonline.polri.go.id/skck/web/index.php

Ikuti saja petunjuk yang telah diberikan di website tersebut dengan mengisi data-data yang diperlukan. Perhatikan tanda * Tidak boleh dibiarkan kosong karena merupakan data penting yang harus ada.

Sebelum menuju website tersebut lakukan persiapan melakukan scan terhadap berkas-berkas yang diperlukan. Karena file ini nantinya akan dikirimkan (upload) melalui website tersebut. Bila tidak memiliki scanner, Kunjungi terlebih dahulu warnet yang memiliki fasilitas scanner untuk membantu mengambil berkas digital tersebut menjadi bentuk file.

File yang harus dipersiapkan antara lain :

1. Hasil scan KTP
2. Hasil scan KK
3. Hasil scan Passport
4. Hasil scan Ijasah
5. Hasil scan Akte Kelahiran
6. Hasil scan Sponsor

( lihat kembali ke bagian atas : Tempat Penerbitan SKCK sesuai Tujuan Pembuatan )


Upload File untuk Membuat SKCK Online

Sedangkan pengambil rumus sidik jari dan berkas SKCK yang sudah jadi akan dilakukan di kantor sesuai dengan tujuan pengambilan ( Polda atau Polres ).

Meskipun berkas scan sudah dikirimkan, Dokumen yang asli juga diperlukan nantinya untuk proses verifikasi saat pengambilan SKCK di Polda atau Polres setempat.

Biaya Untuk Membuat SKCK


Berkenaan dengan biaya pembuatan, Anda tidak perlu merasa ragu dan khawatir. Pihak Polri telah memiliki dasarnya untuk memberlakukan biaya tersebut. Cukup dengan uang Rp. 10.000 yang dibayarkan lewat loket pelayanan SKCK.

Dasar hukumnya yaitu :

* UU RI No. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Bukan Pajak (PNBP)
* UU RI No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
* PP RI No. 50 Tahun 2010 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang berlaku pada instansi Polri.
* Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1928/VI/2010 tanggal 23 Juni 2010 tentang Perberlakuan PP RI No. 50 Tahun 2010



Kini setelah mengetahui Syarat, Biaya dan Cara Membuat SKCK yang dijelaskan diatas mudah-mudahan Anda merasa lebih mudah dan yakin untuk mengurus SKCK sendiri. Salam sukses
sumber : www.polri.go.id